"Aqia tidak mau (memperpanjang urusan). Saya sendiri awalnya ingin memperpanjang urusan," kata Fiersa, dikutip Minggu (4/1/2026).
"Ubay (manajer) juga memberikan pertimbangan logis. Kami bisa lihat secara sepintas, bapak ini bukan orang berada. Mohon maaf, tapi kami sama-sama tahu, solusi yang biasanya dihadirkan orang berada tidak seperti itu. Belum diminta ganti biaya rumah sakit, sudah menawarkan Rp200 ribu (dan katanya memang cuma punya uang segitu)," tambah Fiersa.
Terlebih, lanjut Fiersa, mobil yang dikendarai si pelaku itu pinjam dari seseorang. Dia pun melihat sendiri kondisi mobilnya tidak terawat.
"Apa ujung dari memperpanjang urusan pelaporan? Penyitaan kendaraan dan kami harus bolak-balik berurusan dengan pihak berwajib untuk mengumpulkan bukti dan kesaksian. Sudah begitu, hasil akhirnya apa? Bukan memberikan efek jera, melainkan memberi efek dendam," kata Fiersa.
"Dan tetap saja, Aqia sebagai korban juga belum tentu akan mendapatkan ganti rugi secara materi. Oh iya, sebagai catatan, solusi yang kami ambil ini belum tentu ideal untukmu, tapi ini paling ideal untuk kami saat ini," tambahnya.