Dalam kesempatan itu, Erin membantah tudingan eks ART yang mengaku dicekik, ditendang, hingga ditodong pisau. Dia menegaskan memiliki sejumlah bukti untuk membantah semua tuduhan tersebut.
“Yang katanya di sini saya mencekik, mengancam dengan pisau, menendang, memukul ke kepala ART, terus menahan gajinya. Ya pokoknya semuanya yang dituduhkan ini saya punya faktanya semua,” kata Erin.
Erin mengklaim memiliki rekaman CCTV dan saksi yang berada di rumah saat kejadian berlangsung. Selain itu, dia juga menyoroti dugaan pelanggaran privasi keluarga yang dilakukan Herawati melalui unggahan media sosial.
Erin dan kuasa hukumnya memperlihatkan sejumlah postingan yang menampilkan foto anak-anaknya lengkap dengan caption bernada pribadi. Mereka menilai unggahan tersebut telah melanggar privasi keluarga.
“Ini privasi kita di rumah gitu. Siapapun kan terganggu,” ujar Erin.
“Menurut Undang-Undang PDP, foto adalah data pribadi dan itu ada ancaman pidananya,” kata kuasa hukum Erin menambahkan.
Tak hanya itu, Erin turut menunjukkan unggahan lama Herawati yang menyebut bekerja di rumahnya terasa nyaman dan tanpa potongan gaji. Menurut Erin, postingan tersebut menjadi bukti yang bertolak belakang dengan tuduhan penganiayaan.
“Kalau saya orangnya jahat atau apa pasti kan dia sudah ngomong-ngomong. Tapi di sini dengan buktinya dia, saya bisa tunjukkan katanya kerja di sini santuy, HP bebas, temannya asyik-asyik, makanan bebas, free WiFi, enggak ada potongan gaji,” ucap Erin.