Meski belakangan jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, Denny mengatakan komunikasi mereka tetap terjalin saat bertemu di lokasi syuting. Menurutnya, setiap pertemuan selalu diisi dengan candaan sekaligus diskusi mengenai berbagai ide kreatif.
"Becanda-becanda aja biasanya. Becanda-becanda ngebahas mau ngapain aja. Misalnya kita ketemu di salah satu acara, entar ngapain nih enaknya, kita diskusi," ujarnya.
Denny juga membenarkan bahwa Temon memiliki latar belakang akademis sebagai psikolog lulusan Universitas Indonesia dan pernah berkarier di bidang Human Resources Department (HRD). Pengalaman tersebut membuat almarhum kerap memberikan banyak masukan saat mereka menyusun program kerja PaSKI DKI Jakarta.
"Oh iya, benar, teman yang enak buat diskusi, terlebih saya tahu itu waktu kita kerja bareng, ngurusin beberapa hal yang menjadi program-program kita di PaSKI DKI di kepengurusan saya waktu itu. Banyak banget masukan-masukan yang dia berikan di pertemuan-pertemuan kita. Dan benar, terlihat memang dia orang yang wawasannya luas, terus senior yang baik membimbing kita juga para adik-adiknya dan junior-junior yang lain," katanya.
Di akhir pernyataannya, Denny menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian Temon. Dia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Ya sekali lagi kita turut berduka cita, mohon doa buat teman-teman semua. Apabila beliau ada kesalahan, mohon dimaafkan, kita doakan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya.