"Padahal beliau tidak mengenal kami, tapi kehangatan itu diberikan kepada semua tamu yang datang. Benar-benar memastikan kami tidak kebasahan. Saat kami turun tangga untuk pulang, kami bertemu lagi dengan Vadi. Dia pun berkata, 'Jangan kehujanan, ya'. Ya Allah, sebaik itu semuanya. Satu keluarga," tambahnya.
Dari pengalaman melayat ke rumah duka Vidi Aldiano itu, Chua menarik kesimpulan bahwa pantas saja banyak orang bersaksi betapa baiknya almarhum Vidi Aldiano, keluarganya pun sebaik itu.
"MasyaAllah kami bahkan merasa iri, dalam arti haru, melihat tamu yang tidak berhenti datang bergantian dari berbagai kalangan. Padahal saat itu sudah lewat pukul 12 malam. Jalanan masih macet oleh mobil yang datang silih berganti. Dan beliau berpulang di bulan suci Ramadhan. MasyaAllah," ungkap Chua.
Sebagai informasi, Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019. Di sisa hidupnya, Vidi selalu menebarkan kebaikan, cinta kasih, dan perjuangan tanpa lelah melawan kanker yang diderita.