Dengan latar belakang itu, Ashanty memutuskan untuk mencari pertolongan psikiater. Dia berharap mendapat obat supaya dapat menurunkan risiko kekambuhan autoimunnya.
Terlebih, kata Ashanty, dia memiliki trauma tidur dalam keadaan takut atau terjaga. Dia memutuskan untuk tidak menceritakan detail terkait hal tersebut.
"Trauma itu yang akhirnya ngaruh sampai di umurku yang sekarang," katanya.
"Tiap aku stres berat, langsung gatelnya keluar sampai kalau aku garuk, akan luka-luka saking gak tahannya, dan gak bisa tidur bisa sampai berminggu-minggu. Disclaimer, ya, di kasur aku bisa merem berjam-jam, tapi, ya, tetap terjaga," tambahnya.
Lantas, apa alasan Ashanty pergi ke psikiater?
"Nah, berobat (ke psikiater) itu bukan karena aku sakit jiwa atau aku stres sama kerjaan, kuliah, atau apa pun, tapi itu mungkin menjadi pemicu di saat semua lagi numpuk berbarengan yang kadang aku merasa fisik aku baik-baik saja, ternyata dalamnya tidak," katanya.