Tim Asatid Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Zarkasih mengatakan, para ulama yang membolehkan berdalil dengan hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah, Istri Nabi saw. Beliau berkata:
كان النبي صلى الله عليه وسلم يصلي أربعاً فلا تسال عن حسنهن وطولهن، ثم يصلي أربعاً فلا تسأل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي ثلاثاً
“Nabi saw sholat 4 (rokaat) dan jangan kau tanyakan bagus dan panjangnya (sholat tersebut), kemudian beliau sholat 4 (rokaat), dan jangan kau tanyakan bagus dan panjangnya, kemudian beliau sholat 3 rokaat (witir)” (Muttafaq ‘Alayh)
Hadits ini menunjukkan atas kebolehan sholat malam 4 rokaat dengan satu salam, termasuk tahajud karena bagian dari sholat malam.
Sedangkan hadits Ibnu Umar yang mengatakan bahwa sholat malam itu 2 rokaat 2 rokaat, itu menunjukkan ke-afdholan-nya, bukan untuk kewajiban. Artinya sholat sunnah malam hari itu afdholnya 2 rokaat dengan satu salam tapi boleh dikerjakan dengan 4 rakaat satu salam.