“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fitri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haid. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haid untuk menjauhi tempat shalat.”
Shalat Idul Adha biasanya dilakukan secara berjamaah sebanyak dua rakaat dan dilanjutkan dengan khutbah oleh khatib. Sholat Idul Adha dilakukan lebih pagi daripada Idul Fitri agar pelaksanaan dan pembagian kurban bisa lebih cepat.
1. Niat Sholat
Niat dan bacaan sholat Idul Adha bagi imam dan makmum adalah sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa
Artinya: "Aku berniat shalat Idul adha dua rakaat sebagai imam karena Allah ta’ala."