Ini seperti yang dijelaskan oleh Imam al-Qusyairi yang berpendapat bahwa surga dipenuhi dengan berbagai kenikmatan. Al-Qusyairi menjelaskan lebih rinci bahwa kenikmatan terbesar dan paling tinggi bagi para penghuni surga adalah dapat melihat langsung Allah SWT tanpa suatu penghalang apa pun.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah juga menjelaskan mengenai ayat ke-56. Menurutnya, meskipun para penduduk surga itu sibuk dengan berbagai kenikmatan akan tetapi kesibukan tersebut sama sekali tidak menjemukan mereka.
Mengutip pendapat al-Thabathaba’i, Quraish Shihab menerangkan bahwa aktivitas di surga akan menjadikan para penghuninya tidak lagi melakukan aktivitas lain selain menikmati kenikmatan surgawi, apapun bentuknya.
Adapun penafsiran terhadap ayat ke-56, Quraish menjelaskan bahwa bagi para penghuni surga yang ketika di dunianya telah memiliki pasangan yang sama-sama beriman dan bahagia dengan pasangannya. Maka mereka akan hidup berdampingan bersama pasangannya tersebut selama di surga.
Terkait ayat 57, Al-Bantani menjelaskan bahwa segala macam buah-buahan tersedia di surga. Di surga kelak, para penghuninya akan memperoleh berbagai buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka minta.
Al-Bantani juga mengutip az-Zajaj yang mengatakan bahwa apa yang penghuni surga inginkan akan langsung datang menghampiri mereka, tanpa perlu usaha atau menunggu lagi. Wallahualam bissawab