Pertama, para para penghuni surga akan disibukkan dengan berbagai kenikmatan surga, sehingga tidak merasakan huru-hara kiamat berupa hisab maupun azab.
Kedua, bahwa mereka sibuk melakukan aktivitas yang disukai lagi menyenangkan.
Ketiga, bisa jadi para penghuni surga akan sibuk menerka-nerka kenikmatan seperti apa lagi yang akan mereka dapatkan, sebab kenikmatan surgawi yang datang selalu melebihi gambaran imajinasi mereka.
Selain penafsiran tersebut, Nawawi al-Bantani menyebutkan dua penafsiran lain. Menurutnya, kenikmatan yang menyibukkan itu adalah saling berkunjung antarsesama penghuni surga.
Bisa juga berarti mereka sibuk bertamu kepada Allah dan melihat Allah secara langsung. Sebab bertemu dengan Allah adalah kenikmatan terbesar di akhirat kelak.