Silsilah Nabi Muhammad SAW Lengkap Sampai Nabi Ismail as

Kastolani Marzuki
Silsilah Nabi Muhammad SAW dari keturunan pemuka Suku Quraisy hingga sampai ke Nabi Ismail as. (Foto: freepik)

Mengatasi Konflik

Maka al-Walid ibnu Mughirah berkata: apakah dengan merobohkanya kalian ingin memperbaiki atau merusaknya?, maka mereka menjawab: kami ingin memperbaikinya. Al-Walid berkata : sesungguhnya Allah tidak membinasakan orang-orang yang memperbaikinya. Maka Walid mulai merobohkanya dan mereka mengikutinya. 

Kemudian orang-orang Quraisy membongkar dan merobohkan Kakbah hingga mencapai maqom Ibrahim. Maka mereka keluarkan Hijr darinya dan memulai membangun dinding Kakbah. Adapun yang memimpin pembangunan ini adalah seorang tukang kayu yang bernama Baqum. 

Para pemuka Quraisy membawa batu-batu di atas leher-leher mereka, di antara mereka adalah al-Abbas dan Rasulullah. Untuk setiap rukun dikhususkan sekelompok pembesar yang mengangkut batu batu kesitu, kemudian membangunnya kembali. 

Ketika pembangunan sudah sampai pada peletakan kembali batu hajar al-Aswad, maka mereka bermaksud meletakkan Hajar al-Aswad pada tempatnya semula, maka para pemuka mereka berselisih tentang siapa yang berhak meletakkanya. Mereka berebut melakukan ini hingga nyaris berkobar api peperangan diantara mereka. 

Perselisihan ini terjadi selama empat hari empat malam. Perselisihan itu terus memuncak dan dihawatirkan akan memicu terjadinya peperangan antar suku, maka Abu Umayyah Al Mughirah Al Makzumi paman Khalid ibnu Walid yang merupakan orang tua kalangan orang Quraisy berkata: 

"Hai kaumku, janganlah kalian bertengkar dan putuskan siapa yang kalian ridhai keputusanya. Lalu mereka menjawab: kami serahkan urusan ini kepada orang pertama yang masuk Kakbah melalui pintu masjid. Pendapat ini disetujui oleh mayoritas kabilah. 

Mereka puas setelah mengetahui ternyata yang masuk ke Kakbah lewat pintu Masjid adalah Muhammad. Maka mereka berkata kami setuju dengan Muhammad Al Amin Untuk menyelesaikan perselesihan tersebut, Muhammad Saw menggelar sorban, Nabi SAW mengambil Hajar al-Aswad dengan kedua tanganya di tengah-tengah sorban tersebut. 

Kemudian Muhammad meminta untuk seluruh kepala kabilah (suku) yang berselisih untuk mengangkat dan membawanya ke tempat peletakanya Hajar al-Aswad. Setelah sampai pada tempat semula, lalu beliau sendiri yang mengambil dan meletakkannya pada tempatnya semula. 

Keberhasilan Muhammad dalam menyelesaikan masalah konflik tersebut membuat orang-orang Quraisy akan kebijakannya dalam meredam konflik yang hampir menimbulkan pertumpahan darah. Ini menunjukkan betapa Muhammad mempunyai jiwa yang bijak dalam memimpin dan mengatasi masalah sosial.

Wallahu A'lam

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Muslim
25 hari lalu

Sejarah Shalat 50 Waktu jadi 5 Waktu dalam Isra Miraj, Berawal Protes Nabi Musa?

Muslim
29 hari lalu

Kapan Isra Miraj 2026 dan Apakah Hari Libur? Cek Tanggal dan Amalannya

Muslim
1 bulan lalu

Isra Miraj 2026 Tanggal Berapa Hijriah? Ini Jadwal dan Amalannya

Internasional
4 bulan lalu

Awal Mula Maraknya Penangkapan Muslim di India terkait Tulisan "Saya Cinta Nabi Muhammad"

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal