Shalat Wajib dengan Shalat Sunnah, Apakah Harus Ada Jedanya? Simak Penjelasan dan Keutamaannya

Kastolani Marzuki
Pelaksanaan shalat wajib dengan shalat sunnah dianjurkan untuk dijeda waktu dan tempat berdirinya. (Foto: Garakta Studio)

فَرَّضَ اللهُ على أُمَّتِى لَيْلَةَ الإِسْرَاءِ خَمْسِيْنَ صَلاَةً فَلَمْ أَزَلْ أُرَاجِعُهُ وأَسْأَلهُُ ُالتَّخْفِيْفَ حَتّى جَعَلَهَا خَمْسًا فِىْ كُلِّ يَوْمٍ ولَيْلَةٍ

Artinya: “Allah SWT pada malam Isra’ mewajibkabkan atas umatku lima puluh shalat, kemudian aku terus-menerus kembali kepada Allah dan memohon keringan sehingga Allah menjadikannya menjadi lima shalat sehari semalam.”

Shalat fardhu yang wajib dikerjakan oleh segenap umat Islam adalah shalat lima waktu. Yaitu, shalat zhuhur, ashar, maghrib, isya’ dan subuh. Selesai shalat wajib disunnahkan untuk mengerjakan shalat rawatib (sunnah). Fungsinya untuk menambal kekurangan atau melengkapi shalat wajib yang tentunya harus dijeda.

Salat rawatib adalah shalat yang mengiringi salat wajib. Dikatakan mengiringi karena pada tahap pelaksanaan dapat dilakukan sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba‘diyah) salat fardu dengan mengikuti ketentuan.

Hukum pelaksanaan salat sunah rawatib ada dua yaitu sunah muakkad (sangat dianjurkan) dan sunah ghairu muakkad (cukup dianjurkan).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Keutamaan Bulan Rabiul Awal yang Penuh Berkah dan Kemuliaan

57 tahun lalu

5 Keutamaan Membaca Surat Al Mulk Sebelum Tidur, Penangkal Siksa Kubur dan Jadi Pembela

57 tahun lalu

Shalat Sunnah Rawatib: Jenis, Niat, dan Tata Cara

57 tahun lalu

Bacaan Doa Sapu Jagat Hari Tasyrik dan 5 Keutamaannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal