JAKARTA, iNews.id - Puasa Ramadhan 2026 berapa hari lagi menjadi topik hangat umat Islam di Indonesia. Bulan Syaban yang merupakan pintu gerbang Bulan Ramadhan kini sudah memasuki pekan ketiga.
Hal itu menandakan bulan suci yang paling dinantikan umat Islam segera tiba. Nuansa religius pun kini semakin terasa dengan banyaknya kegiatan menyambut datangnya Ramadhan.
Meski demikian, umat islam masih harus menantikan keputusan atau hasil sidang isbat dari pemerintah yang akan menentukan awal puasa Ramadhan 2026. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 Hijriah pada 17 Februari 2026 mendatang.
Sidang isbat akan dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta Pusat.
"Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, dikutip Jumat (30/1/2026).
Lantas, berapa hari lagi puasa Ramadhan 2026? Berikut ulasannya.
Sesuai Kalender Hijriah dari Kementerian Agama, 1 Ramadhan 1447 H / 2026 diprediksi jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Tanggal awal puasa dalam kalender itu hanya bersifat sementara karena baru bisa ditetapkan setelah Kementerian Agama menggelar sidang isbat yang biasanya dilaksanakan pada 29 Syaban.
Penentuan awal puasa itu juga menggunakan dua metode yang selama ini dianut pemerintah maupun Nahdlatul Ulama (NU) yakni, hisab (penghitungan bulan) dan rukyatul hilal (observasi awal bulan).
Sama dengan pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) dalam kalender Lajnah Falakiyah juga memprediksi awal Puasa Ramadhan jatuh hari Kamis, 19 Februari 2026.
Menurut kalender hisab Muhammadiyah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Malam sebelumnya, umat Muslim kemungkinan sudah mulai melaksanakan sholat tarawih pertama, yaitu pada malam 17 Februari 2026.
Sama halnya dengan Kemenag, Badan Riset dan Inovasi Indonesia (BRIN) memprediksi awal puasa atau 1 Ramadhan 2026 / 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
Profesor Riset Atrsonomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin mengungkapan, fakta astronomi pada saat magrib 17 Februari 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
"Kriteria yang digunakan oleh pemerintah dan sebagian besar ormas Islam, yaitu tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat geosentrik. Maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026," kata Thomas Djamaluddin dilansir dari akun YouTube resminya, Senin (9/2/2026).