Dikutip dari Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi, pada tahun kesembilan Hijriah, setelah penaklukan Makkah dan pulangnya Rasulullah dari perang Tabuk, terjadi momen bersejarah di mana Rasulullah SAW mengirim surat kepada raja-raja dan pemimpin-pemimpin di Semenanjung Arab untuk mengajak mereka masuk dalam naungan Islam.
Setelah itu, banyak suku Arab yang mengirimkan utusan kepada Rasulullah dan menyatakan penerimaan Islam, termasuk Bani Udzra. Di Bulan Safar, utusan sejumlah 12 orang dari Bani Udzra datang menghadap Rasulullah SAW.
Rasulullah menyambut mereka dengan berita gembira mengenai kemenangan di Syam. Rasulullah juga memberi peringatan kepada Bani Udzra untuk tidak mencari bantuan dari dukun serta melarang praktik penyembelihan hewan yang bukan untuk kepentingan qurban.
Amr bin Ash dikenal sebagai salah satu tokoh terkemuka dari Suku Quraisy. Ia merupakan seorang pejuang ulung yang bahkan mampu merebut Mesir dari kedua kekaisaran besar, Romawi dan Persia, sehingga dijuluki "Pembebas Mesir" oleh sejarawan.
Pada Bulan Safar, Amr bin Ash memeluk Islam dan mulai menjadi sahabat setia Rasulullah SAW yang pemberani. Menurut Ibnu Ishaq, keyakinan Amr bin Ash dalam memeluk islam dipengaruhi oleh seorang penguasa dari wilayah Habasyah, Ethiopia, yakni Raja Negus. Pada tahun kedelapan Hijriah, Amr bin Ash memilih untuk mengikuti ajaran Islam.