Mengutip buku Sirah Nabawiyyah karya Abul Hasan Ali Al-Hasani An Nadwi, setelah kembali dari Hudaibiyah pada bulan Dzulhijjah, Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah selama beberapa hari di bulan Muharram.
Kemudian, dari sisa hari Muharram hingga Bulan Safar, Nabi pergi ke Khaibar. Dengan pasukan sekitar 1.400 orang dan 200 pasukan berkuda, Nabi Muhammad SAW berhasil menaklukkan Khaibar yang mencakup benteng-benteng terkenal seperti Qumush, Syiq, Naim, dan Nithah. Perang ini terjadi pada tahun ketujuh Hijriah di Bulan Safar.
Qutbah bin Amir adalah seorang dari Kaum Ansar. Pada Bulan Safar tahun 9 Hijriah, Nabi Muhammad SAW mengutus Qutbah bin Amir ke daerah yang dihuni oleh Suku Khas’am, dekat dengan wilayah Bisah di dekat Turabah. Qutbah berangkat dengan 20 tentara dan diperintahkan untuk menyerang Suku Khas’am.
Menurut keterangan Ibnu Ishaq, setelah kembali dari perang Sawiq, Nabi Muhammad SAW tinggal sementara di Madinah pada bulan Dzulhijjah dan Muharram bersama para sahabat.
Kemudian, beliau bersama 450 sahabatnya pergi ke wilayah Najid untuk memerangi Kabilah Ghathafan. Pertempuran ini dikenal sebagai perang Dzu’Amr. Nabi Muhammad SAW tinggal di wilayah Najid selama sebulan penuh di bulan Safar.