Artinya: “Katakanlah: “Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah swt tidak menyukai orang-orang kafir” (QS. Ali lmran[3]):32).
Pengertian Taqlid ialah menerima perkataan tidak dengan alasan/hujjah. Menurut Imam al-Ghozali, Taqlid ialah menerima perkataan tidak dengan alasan/hujjah. Jadi menerima pendapat orang lain tanpa mengetahui dasar pengambilannya dinamakan taqlid.
Bagi orang yang menerima pendapat dinamakan muqallid. Menurut para ulama hukum bertaqlid bagi orang yang mampu
berijtihad sendiri hukumya haram. Inilah yang dimaksudkan dengan ungkapan Imam Ibnu Hazm yang menyatakan bahwa bertaqlid hukumnya haram.
Bagi selain mujtahid baik orang awam maupun orang yang sudah alim tapi belum memenihi syarat ijtihad maka hukumnya wajib. Dalam hal ini orang alim dan orang awam sama-sama wajib bertaqlid.
Fenomena taqlid dapat terjadi dalam dua tempat; (1) Seorang yang taqlid (muqollid) adalah orang awam yang tidak mampu mengetahui hukum (yakni ber-istimbath dan istidlal) dengan kemampuannya sendiri, maka wajib baginya taqlid. (2) Terjadi pada seorang Mujtahid suatu kejadian yang ia harus segera memutuskan suatu masalah, sedangkan ia tidak bisa melakukan penelitian maka ketika itu ia boleh taqlid.