JAKARTA, iNews.id - Memasuki bulan Dzulqa'dah yang merupakan salah satu bulan mulia atau asyhurul hurum, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan salih. Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan adalah menjalankan puasa Dzulqa'dah, terutama jika dikombinasikan dengan puasa Senin Kamis guna meraih pahala yang berlipat ganda di bulan haram ini.
Bulan haram ialah bulan yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan yang suci lagi diagungkan kehormatannya. Bulan Dzulqa’dah termasuk bulan haram ditegaskan dalam hadits shahih berikut ini:
الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Sesungguhnya zaman berputar sebagai mana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya’ban.” (HR. Bukhari 3197 & Muslim 4477).
Puasa Dzuqa'dah ini tidak ada ketentuan berapa hari. Artinya, boleh dilaksanakan satu hari, dua hari, ataupun 20 hari. Namun, tidak boleh 30 hari seperti puasa Ramadhan karena puasa Dzulqa'dah ini statusnya hanya puasa sunnah.