Kemudian seorang bertanya tentang musibah apa yang akan menimpa mereka. Rasulullah SAW lalu menjawab, "Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua doa diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak (dihentikan)." (Diriwayatkan dari Jabir).
Terlebih, belum tentu di tahun depan semua akan dipertemukan kembali dengan bulan suci berikutnya. Maka dari itu, kiranya umat islam senantiasa melakukan kebaikan semaksimal mungkin ketika bulan suci.
"Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar tahun semuanya itu menjadi Ramadhan." (HR Ibnu Abbas)
Dikutip iNews.id dari laman resmi Kemenag, keteladanan Ali bin Abi Thalib ra tentang penghujung bulan Ramadhan disaksikan dua sahabat karibnya, Ibnu Rafi’i dan Abu Al Aswad Ad Du’ali.
Kisah teladan tersebut juga termaktub pada dua Kitab Sirah Ashabun Nabi, karya Syaikh Mahmud al-Misri dan Siyar A’lam An-Nubala’, karya Imam Adz-Dzahabi.