Ia pun akhirnya selamat walaupun kapal miliknya pecah dan penumpang lain hilang ditelan ombak. Setelah peristiwa menegangkan tersebut, sang saudagar mendapati dirinya dan barang-barang dagangannya terdampar di sebuah pulau yang sangat asing.
Demi tetap melanjutkan hidup, ia memilih untuk menetap dan berdagang di pulau itu. Sang saudagar yang merasa diselamatkan berkat surat At-Thalaq terus mengamalkan ayat tersebut.
Ia pun semakin sukses di tempat yang baru. Tak hanya itu, sang saudagar juga didaulat menjadi raja di negeri tersebut.
Hingga kini, cerita di atas begitu dipercaya oleh banyak orang Islam. Meskipun demikian, belum ada sumber kredibel yang menyatakan bahwa kisah tersebut didasarkan dari kejadian nyata.
Terlepas dari keaktualan cerita tersebut, tak ada salahnya bagi umat muslim untuk mengamalkan ayat Seribu Dinar. Rasulullah SAW juga disebutkan gemar membaca ayat ini.