Kisah Isra Miraj Singkat, Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Langit 7 dan Hikmahnya

Kastolani Marzuki
Ilustrasi kisah Isra Miraj perjalanan Nabi Muhammad SAW hingga ke langit ketujuh dalam semalam. (Foto: Freepik)

Lalu tempat yang ketiga yaitu di Thuur Sina, dimana tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT. Kemudianuntuk keempat kalinya Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril berhenti sejenak dan melakukan shalat dua rakaat di Baitul Lahm, tempat Nabi Isa AS dilahirkan. Dan tempat yang terakhir yaitu Masjidil Aqsha.

Selama perjalanan Isra Mi'raj yang penuh keajaiban, Nabi Muhammad SAW dihadapkan dengan pilihan antara kebaikan dan keburukan. Beliau dengan bijaksana memilih susu, melambangkan kesucian dan jalan yang diridhoi Allah. Ini menjadi gambaran bahwa beliau dan umatnya akan senantiasa di jalan kebenaran.

Setelah shalat berjamaah di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril melesat menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan, mereka singgah di tujuh lapis langit, bertemu para nabi terdahulu, di antaranya:

1. Langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS
2. Langit kedua, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS
3. Langit ketiga, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS
4. Langit keempat Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris AS
5. Langit kelima, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS
6. Langit keenam, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS
7. Langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS

Setelah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu beliau bersama Malaikat Jibril singgah untuk mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah.

Ternyata Baitulmakmur itu setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu malaikat, yang selanjutnya mereka tidak kembali lagi padanya. Kemudian malaikat Jibril membawaku naik ke Sidratul Muntaha, kedapatan daun-daunnya bagaikan telinga-telinga gajah dan buah-buahan bagaikan tempayan-tempayan yang besar.

Ketika semuanya tertutup oleh nur Allah, semuanya menjadi berubah. Maka kala itu tidak ada seorang makhluk Allah pun yang dapat menggambarkan keindahannya. Rasulullah saw melanjutkan kisahnya, maka Allah mewahyukan kepadaku secara langsung, dan Dia telah (mewajibkan) kepadaku lima puluh kali salat untuk setiap hari. Setelah itu lalu aku turun hingga sampai ke tempat Nabi Musa (langit yang keenam).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Muslim
13 jam lalu

100 Nama Bayi Laki-Laki Lahir di Bulan Syaban Lengkap dengan Artinya

Muslim
1 hari lalu

Bacaan Dzikir dan Doa setelah Sholat Jumat dan Keutamaannya

Muslim
3 hari lalu

Bacaan Niat Puasa Ganti Ramadhan Teks Arab dan Artinya, Catat Batas Waktunya!

Muslim
3 hari lalu

Hukum Puasa Senin-Kamis setelah Nisfu Syaban, Boleh atau Haram? Begini Kata Ulama

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal