Abu Ubaidah hidup bersama Rasulullah sebagai sahabat yang tepercaya, demikian pula sepeninggal beliau. Ketika Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah, beliau menunjuk Abu Ubaidah sebagai gubernur di wilayah Syam. Dan salah satu sikap Amanah Abu Ubaidah ditunjukkan saat rakyat beliau diuji dengan penyakit Ta’un.
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Diriwayatkan ketika wabah penyakit ta’un merajalela di negari Syam, Khalifah Umar bin Khatab mengirim surat untuk memanggil kembali Abu Ubaidah. Namun Abu Ubaidah menyatakan keberatannya sesuai dengan isi surat yang dikirimkannya kepada khalifah yang berbunyi:
“Hai Amirul Mukminin! Sebenarnya saya tahu, kalau kamu membutuhkan saya, akan tetapi seperti kamu ketahui saya sedang berada di tengah-tengah pasukan muslimin. Saya tidak ingin menyelamatkan diri sendiri dari musibah yang menimpa mereka. Dan saya tidak ingin berpisah dari mereka sampai Allah sendiri menetapkan keputusannya terhadap saya dan mereka. Karena itu, sesampainya surat saya ini, tolonglah saya dibebaskan dari panggilan ini dan izinkanlah saya tinggal di sini.”
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Dialah Abu Ubaidah salah satu di antara sahabat yang dijanjikan masuk jannah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sahabat yang selalu jujur dalam menunaikan amanahnya. Hingga dijuluki oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam,amiinu hadzihil ummah, orang kepercayaan umat ini.
Maka tak heran, tatkala Umar bin Khattab berada di penghujung hayatnya, dia pernah berujar, “Andai Abu Ubaidah masih hidup, pastilah aku mengangkatnya sebagai khalifah. Jika Tuhanku menanyakan hal itu padaku, aku akan menjawab, “Aku telah mengangkat orang kepercayaan Allah dan Rasul-Nya.”