Khutbah Jum'at tentang Pemimpin dalam Islam

Kastolani Marzuki
Teks Khutbah Jum'at tentang Pemimpin dalam Islam. (Foto: Freepik)

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Diriwayatkan ketika wabah penyakit ta’un merajalela di negari Syam, Khalifah Umar bin Khatab mengirim surat untuk memanggil kembali Abu Ubaidah. Namun Abu Ubaidah menyatakan keberatannya sesuai dengan isi surat yang dikirimkannya kepada khalifah yang berbunyi:

“Hai Amirul Mukminin! Sebenarnya saya tahu, kalau kamu membutuhkan saya, akan tetapi seperti kamu ketahui saya sedang berada di tengah-tengah pasukan muslimin. Saya tidak ingin menyelamatkan diri sendiri dari musibah yang menimpa mereka. Dan saya tidak ingin berpisah dari mereka sampai Allah sendiri menetapkan keputusannya terhadap saya dan mereka. Karena itu, sesampainya surat saya ini, tolonglah saya dibebaskan dari panggilan ini dan izinkanlah saya tinggal di sini.”

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Dialah Abu Ubaidah salah satu di antara sahabat yang dijanjikan masuk jannah oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sahabat yang selalu jujur dalam menunaikan amanahnya. Hingga dijuluki oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam,amiinu hadzihil ummah, orang kepercayaan umat ini.

Maka tak heran, tatkala Umar bin Khattab berada di penghujung hayatnya, dia pernah berujar, “Andai Abu Ubaidah masih hidup, pastilah aku mengangkatnya sebagai khalifah. Jika Tuhanku menanyakan hal itu padaku, aku akan menjawab, “Aku telah mengangkat orang kepercayaan Allah dan Rasul-Nya.”

Amanah menjadi syarat utama kepemimpinan dalam Islam. Seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin tidak cukup dilihat dari segi kekuatan fisik atau kecerdasan akalnya semata. Namun sifat amanah menjadi tolak ukur utama yang tidak boleh diabaikan.

Maka dalam karyanya as-Siyasah as-Syar’iyah, IbnuTaimiyah menerangkan dengan baik tentang pemimpin yang baik dalam mengemban sebuah jabatan, beliau berkata, “Selayaknya untuk diketahui siapakah orang yang paling layak untuk posisi setiap jabatan. Karena kepemimpinan yang ideal, itu memilikidua sifat dasar: kuat (mampu) dan amanah.”

Kemudian beliau menyitir beberapa firman Allah:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

“Sesungguhnya manusia terbaik yang anda tunjuk untuk bekerja adalah orang yang kuat dan amanah.” (al-Qashas: 26).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Nasional
5 bulan lalu

Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur: Saya akan Istikamah dan Amanah

Internasional
3 tahun lalu

Janji Anwar Ibrahim Setelah Dilantik Jadi PM Malaysia

Nasional
4 tahun lalu

10 Contoh Teks Pidato Persuasif Singkat dalam Berbagai Tema, Bisa Jadi Inspirasi untuk Pelajar

Nasional
4 tahun lalu

Contoh Teks Proposal yang Baik dan Benar, Begini Sistematika Penulisannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal