Pada bulan Syaban, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal baik, termasuk ibadah puasa sunnah. Sebab, hal itu juga dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Bahkan, Nabi Muhammad dikatakan berpuasa hampir sebulan penuh kecuali satu atau dua hari di akhir bulan agar tidak mendahului Ramadhan dengan satu atau dua hari puasa sunnah. Seperti diterangkan dalam hadits berikut.
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah R.A berkata: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW melakukan puasa satu bulan penuh kecuali puasa bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah melebihi (puasa sunah) di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mengacu pada kalender pemerintah, puasa ayyamul bidh jatuh pada Senin, 6 Maret 2023 (13 Syaban 1444 H); Selasa, 7 Maret 2023 (14 Syaban 1444 H); dan Rabu, 8 Maret 2023 (15 Syaban 1444 H).