Berikutnya, ada Nabi Yahya yang merupakan hamba dan utusan Allah yang juga keturunan Keluarga Imran. Beliau putra dari Nabi Zakaria ‘alaihissalam (menantu Imran) dan merupakan perwujudan doa Nabi Zakaria yang terkabul. Nabi Yahya juga merupakan kabar gembira bagi yang ayah setelah mencapai usia yang tua, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh" (Quran Ali Imran: 38-39).
Nabi Yahya adalah seorang pemuda yang cerdas yang diberi keistimewaan akhlak. Beliau senantiasa duduk di mihrab-mihrab ilmu. Senang mengkaji Taurat, berilmu dan mengamalkan kandungan kitab suci itu.
Yahya adalah orang yang berbicara dengan kebenaran dan tidak takut terhadap celaan dan ancaman orang-orang yang zalim.
Itulah riwayat mengenai siapa dan apa keistimewaan Keluarga Imran. Ali Imran adalah keluarga mulai yang di kemudian hari menurunkan manusia mulia seperti Nabi Isa dan Nabi Yahya.