“Puasa pada hari Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa puasa Arafah adalah amalan sunnah yang sangat mulia karena pahalanya yang besar, yakni menghapus dosa-dosa kecil selama dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Namun, dosa besar tetap memerlukan taubat khusus dengan penyesalan dan komitmen untuk tidak mengulanginya.
Menurut penjelasan dari laman Muhammadiyah, puasa Arafah bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan bentuk penghambaan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Hari Arafah adalah hari yang sangat mulia, di mana Allah SWT paling banyak membebaskan manusia dari neraka dan menerima doa-doa hamba-Nya. Puasa pada hari ini menjadi sarana untuk membersihkan diri dari dosa kecil dan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
Selain itu, puasa Arafah termasuk dalam amalan utama di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, yang merupakan hari-hari terbaik dalam setahun. Rasulullah SAW bersabda: