Penduduk Yatsrib yang terkenal memiliki sifat ramah, lemah lembut, dan suka menolong itu berjanji untuk setia dan melindungi keselamatan dan keamanan dakwah Nabi SAW.
Baiat tersebut dikenal dengan nama Baiat Aqabah Pertama ( Baiat al-Aqabah al-Ula) atau Baiat an-Nisa’ (Baiat Wanita). Hal itu karena di antara mereka terdapat seorang wanita, yaitu Afra binti Ubaid Ibnu Tsa’labah. Dialah wanita Yatsrib pertama yang berbaiat kepada Rasulullah SAW.
Berikut Isi Perjanjian Aqabah Pertama:
1. Tidak mempersekutukan Allah.
2. Tidak berdusta.
3. Tidak mencuri.
4. Tidak membunuh anak-anak perempuan.
5. Tidak memfitnah.
6. Tidak melakukan hal-hal tercela.
7. Akan tetap setia kepada Allah dan Rasul-Nya.
Satu tahun setelah Baiat Aqabah pertama, yakni pada tahun ke-13 kenabian (622 M) sebanyak 75 orang penduduk Yatsrib (ada riwayat yang menyebutkan 73) dipimpin oleh Al-Barra bin Ma’rur bersama Mush’ab bin Umair datang ke Mekah meminta agar Rasulullah SAW hijrah ke Yatsrib.
Nabi SAW memanggil Mush’ab dan meminta keterangan tentang perkembangan dakwah Islam di Yatsrib. Setelah mendengar penjelasan Mush’ab tentang keberhasilannya dalam mengajarkan agama Islam di sana, dengan didampingi pamannya yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib, akhirnya Nabi Saw. menemui penduduk Yatsrib di Aqabah pada saat tengah malam.
Pada pertemuan itu penduduk Yatsrib meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW berhijrah ke Yatsrib dan bersedia menjadi pemimpin bagi mereka di sana. Pada malam itu juga mereka berbaiat kepada Rasulullah.