Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan orang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Untuk dapat memahami lebih rinci mengenai hukum tajwid surat Al Baqarah ayat 184, berikut ini uraian detail dan penjelasannya yang dilansir iNews.id, Rabu (13/10/2022).
1. اَيَّامًا = Mad Thabi’i, karena huruf ya berharakat fathah bertemu alif. Cara membacanya panjang 2 harakat.
2. مًا مَّعۡدُوۡدٰتٍؕ = Idgham Bighunnah, karena huruf mim berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim bertasydid. Dibaca masuk dengan dengung dan ditahan sampai 3 harakat. Ada juga Mad Thabi’i, karena huruf berharakat dammah bertemu bertemu wawu sukun. Cara membacanya dengan panjang satu alif atau 2 harakat.
Ada juga Mad arid Lissukun, karena huruf mad jatuh sebelum huruf yang diwakaf. Cara membacanya dengan dipanjangkan 2 sampai 6 harakat.