Dari Anas ibnu Malik mengatakan bahwa penduduk Mekah (kaum musyrik) pernah meminta kepada Nabi SAW untuk memperlihatkan suatu tanda (mukjizat) atas kekuasaan Allah. Maka terbelahlah rembulan dan Allah SWT berfirman sebagaimana dalam surat Al Qomar di atas.
Dalam riwayat lain juga dari Anas, ia berkata:
فَأَرَاهُمُ الْقَمَرَ شِقَّتَيْنِ حَتَّى رَأَوْا حِرَاءً بَيْنَهُمَا
“Beliau perlihatkan kepada mereka bulan terbelah. Sampai mereka lihat Hira (nama tempat) di antara keduanya.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab Fadhail ash-Shahabah 3655).
Peristiwa terbelahnya rembulan tersebut diketahui terjadi di bulan Syaban. Berikut adalah beberapa riwayat atau hadits yang menjelaskan peristiwa tersebut:
Menukil dari laman NU, Habib Abu Bakar al-Adni menjelaskan kisah tersebut dalam bentuk syair di dalam kitab an-Nafhah al-Rabbaniyah fi Khashâis Sya’baniyah. Berikut adalah bunyi syairnya:
(Terbelahnya Bulan pada Pertengahan Sya’ban)
“Pada pertengahan bulan Sya’ban, ketika rembulan ada di posisi Istiwa, dengan kesempurnaan cahayanya di ufuk Terjadilah perbincangan di sudut kota Makkah, antara Rasulullah dan kaum Quraisy” Rasulullah mengajak mereka (kaum Quraisy) pada kebenaran, agar diri mereka bisa lepas dari jeleknya kesyirikan (Dengan ajakan ini) mereka memberikan syarat berupa bisa melihat terbelahnya Bulan, kemudian bulan terbelah dengan jelas Mukjizat nabi yang terpilih pada kaumnya, terdapat dalam Al-Qur’an ayat tentang peristiwa tersebut, maka bacalah agar engkau selamat”