Pendapat Ibnu Hibban dalam kitab al majruhin hadits yang diriwayatkan dari 2 perawi tersebut tidak bisa dijadikan pegangan hukum kecuali ada jalur riwayat lain.
3. Hadit Seputar Bulan Syaban
Hadits palsu lainnya yang populer di masyarakat yakni tentang mengagungkan bulan Sya'ban tertulis dalam hadits riwayat Ibnu Majah: 1/421
"Jika datang malam nisfu Sya'ban, maka lakukanlah qiyamul laill dan berpuasalah di siang harinya, karena Allah turun ke langit dunia saat itu pada waktu matahari tenggelam, lalu Allah berfirman: 'Adakah orang yang minta ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni dia, adalah orang yang minta rizki kepada-Ku, maka akan aku beri dia rizki, adakah orang yang diuji, maka Aku akan selamatkan dia, adakah demikian, adakah demikian? (Allah mengatakan hal itu) sampai terbit fajar."
Status di atas adalah hadits palsu bulan Syaban. Rawi yang bernama Ibnu Abi Sabroh (Abu Bakar) tertuduh dusta, sebagaimana dalam Taqrib Al Hafizh.
Melansir buku '89 Kesalahan Seputar Puasa Ramadhan' terbitan Darul Falah, Imam Ahmad dan gurunya (Ibnu Ma'in) berkata tentangnya "Dia adalah rawi yang memalsukan hadits.