"Kalau saya terang-terangan. Saya mau bekerja di NU. Tidak sembunyi-sembunyi, padahal mau," ujarnya.
Ia lalu berkisah sepenggal perjalanan hidupnya, dari sejak nyantri jadi mahasiswa hingga diajak Gus Dur jadi juru bicara Presiden.
Pengalaman ini, katanya, akan sangat berguna baginya saat melamar "pekerjaan" kepada cabang dan wilayah sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Diakui Gus Yahya, NU ke depan, membutuhkan kesiapan untuk menerima perubahan.
Menyitir kisah Nabi Yusuf As, Gus Yahya menjelaskan, bahwa putra Nabi Ya'qub As itu menyadari dirinya punya kemampuan untuk pekerjaan yang dia lamar kepada raja Mesir. Ia menganalisis musim tanam dan memberi kesimpulan.