Ada beberapa ketentuan berikutnya yang harus diperhatikan khusus bagi seorang muadzzin;
1. Muadzzin disunnahkan dalam keadaan suci dari hadts besar maupun kecil.
2. Muadzzin bukan seorang yang fasiq.
3. Muadzzin disunnahkan memiliki suara yang bagus/merdu.
4. Disunnahkan bagi muadzzin untuk meletakkan kedua jempolnya ditelinga.
5. Adzan dikumandangkan dengan berdiri.
6. Disunnahkan orang yang adzan adalah dia yang melaksanakan iqamah (qomat).
7. Ada baiknya seorang muadzzin tidak mengambil upah dari adzannya, walaupun sebagian ulama ada yang menilai boleh-boleh mengambil upah dari adzan.
Ketentuan Adzan
Mengumandangkan adzan tidak boleh sembarang waktu. Ada beberapa ketentuan adzan dikumandangkan yakni:
1. Adzan dikumandangkan setelah masuk waktu shalat kecuali subuh yang boleh dibuat adzan dua kali.
2. Adan dikumandangkan diawal waktu.
3. Adzan dikumandangkan dengan lafazh arab bukan terjemahan.
4. Melafalkan redaksi adzan dengan benar.
5. Berurutan antara lafazh adzan dari awal hingga akhir.
6. Al-Muwalah dengan tidak menjedah lafazh adzan satu dengan yang lainnya dengan perbuatan makan, minum, berbicara, dst.