- Fir’aun yang menindas Bani Israil dengan keras.
- Pembantaian bayi lelaki dan pembiarkan hidupnya bayi perempuan.
- Penghancuran sendi-sendi kehidupan Bani Israil, seolah tak ada harapan untuk kebangkitan.
- Allah memerintahkan ibu Nabi Musa untuk meletakkan bayi Musa ke sungai, yang akhirnya ditemukan oleh keluarga Fir’aun.
- Nabi Musa tumbuh besar di rumah Fir’aun, yang kemudian menjadi musuh besarnya.
- Setelah dewasa, Musa membunuh seorang pengikut Fir’aun saat membela seorang lelaki Bani Israil.
- Musa takut setelah mengetahui bahwa Fir’aun berniat membunuhnya, lalu beliau melarikan diri ke Madyan.
- Dalam perjalanan, Musa membantu dua wanita yang kesulitan memberi minum ternaknya.
- Pada saat itu, Nabi Musa merasa sangat terpojok dan tak punya tempat mengadu. Tidak ada keluarga yang bisa menolong, dan beliau tidak mungkin kembali ke Mesir. Di bawah pepohonan yang rindang, beliau memanjatkan doa dengan penuh rasa harap:
- فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
- "Musa memberi minum ternak mereka, kemudian dia kembali ke tempat teduh dan berkata: 'Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku sangat membutuhkan setiap kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.'" (QS. Al-Qashas: 24)
Setelah doa ini, Allah mulai menghilangkan keresahan Nabi Musa secara perlahan. Salah satu wanita yang beliau tolong datang dan mengundangnya untuk datang ke rumahnya untuk bertemu dengan ayahnya.
Inilah rangkaian kejadian yang terjadi setelah doa beliau:
- Allah memberi jaminan keamanan kepada Musa, dengan menyatukan beliau dengan orang yang saleh (ayah gadis itu).
- Nabi Musa menikah dengan salah satu putri dari keluarga tersebut.
- Beliau mendapat pekerjaan dan tempat tinggal yang aman di Madyan.
- Nabi Musa mendapatkan tongkat yang menjadi mukjizatnya.
- Allah mengajaknya ke Lembah Tuwa, sebuah tempat yang penuh berkah.
- Di lembah inilah, Allah berbicara langsung dengan Musa dan menjadikannya sebagai Nabi.
- Nabi Musa diberikan banyak mukjizat untuk melawan Fir’aun.
- Allah mengangkat Harun, saudara Musa, sebagai nabi yang akan membantunya dalam dakwah.
- Allah akhirnya memberikan kemenangan kepada Musa, sementara Fir’aun tenggelam di Laut Merah.
Dari kisah ini, kita bisa melihat bagaimana setelah berdoa dengan penuh harap dan keyakinan, Allah memberikan banyak kemudahan dan keberhasilan berturut-turut kepada Nabi Musa. Semua ini berawal dari doa yang tulus dan penuh pengharapan kepada Allah.
Doa Nabi Musa Minta Dimudahkan Urusan dan Ucapan
Doa ini berasal dari Nabi Musa ‘alaihis-salam. Meskipun doa ini merupakan doa yang beliau panjatkan, doa yang sama juga dapat diamalkan oleh kita, sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama dalam berbagai kitab doa yang mereka susun. Doa ini terdapat dalam firman Allah Ta’ala:
قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
"Musa berkata, ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’
[Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku]" (QS. Thoha: 25-28)