Kesabarannya pun membuahkan hasil. Penyakit Nabi Ayyub kemudian diangkat oleh Allah setelah belasan tahun menggerogoti tubuhnya.
Sebelumnya, Nabi Ayyub hidup dengan harta yang berlimpah. Ia juga dianugerahi dengan banyak keturunan.
Namun, penyakit yang dideritanya membuat hidupnya tiba-tiba berubah secara drastis. Semua orang pun meninggalkannya, kecuali sang istri.
Kisah Nabi Ayyub ini bahkan termaktub dalam Al-Qur'an.
وَاذْكُرْ عَبْدَنَآ اَيُّوْبَۘ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الشَّيْطٰنُ بِنُصْبٍ وَّعَذَابٍۗ
اُرْكُضْ بِرِجْلِكَۚ هٰذَا مُغْتَسَلٌۢ بَارِدٌ وَّشَرَابٌ
Artinya: Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” (Allah berfirman), "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” (QS. Shad: 42-43).