Bulan Rajab menjadi saat-saat untuk memperbanyak amalan baik. Dalam surat At Taubah ayat 36, Allah berfirman mengenai keistimewaan bulan-bulan haram termasuk Rajab.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah: 36)
Penciptaan langit dan bumi adalah bukti kuasa Allah atas alam semesta. Keagungan Allah itu menandakan kesucian bulan-bulan haram termasuk Rajab.
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu menafsirkan ayat tentang bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Antara lain disebutkan bahwa menjalankan ibadah di bulan-bulan haram akan dilipatkan pahalanya. Namun jika berbuat dosa, maka dilipatkan juga ganjarannya.