Imam Besar ke-4 Masjid Istiqlal yang juga penerima Sanad Bukhari dan Muslim, Prof Dr KH Mustafa Ali Ya'qub juga menjelaskan, shalat tarawih 20 rakaat itu adalah benar dengan menggunakan tiga dalil.
Pertama, shalat tarawih tidak dibatasi berapa jumlah rakaatnya. Maka 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir itu boleh. Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. (رواه البخاري)
“Siapa yang menjalankan qiyam Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya (yang kecil) yang telah lalu akan diampuni.”
Kedua, hadits mauquf riwayat al-Bukhari dan Muslim. Di mana ‘Umar bin al-Khattab ra memerintahkan Ubay bin Ka‘ab untuk menjadi shalat tarawih di masjid. Dan ternyata Ubay juga para sahabat lain shalat tarawih dua puluh rakaat. Dan tidak ada satupun sahabat yang memprotes hal itu. Padahal pada waktu itu sayyidah Aisyah, ‘Umar bin al-Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah dan sahabat yang lain, semuanya masih hidup.