Dalil Jumlah Rakaat Shalat Tarawih, Lebih Utama 23 Rakaat atau 11 Rakaat?
Hadits Abu Dzar Radhiyallahu anhu:
مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
Artinya: Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh) (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i, dan lain-lain).
Lantas, mengapa dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan? Hal ini tak lain karena Rasulullah tidak menjelaskan secara pasti jumlah rakaat yang harus dikerjakan.
Ulama salaf 4 mazhab hampir sepakat bahwa shalat tarawih dilaksanakan 20 rakaat plus shalat Witir 3 rakaat.
Dalil yang kuat dalam masalah shalat tarawih 20 rakaat adalah keputusan Umar bin Khattab ra pada zamannya yang tidak didapati adanya pertentangan dikalangan sahabat pada waktu itu.
Secara teknis, tarawih 20 rakaat tersebut dikerjakan dengan 10 kali salam, lima kali tarwihah (istirahat), dan per tarwihah dilaksanakan setelah selesai empat rakaat.