Fauzin mengatakan, makanan tersebut disajikan dalam kemasan boks yang sudah lolos uji standar higenitas.
Untuk itu, jamaah diminta tidak risau karena secara kesehatan telah dipertimbangkan baik sejak dari bahan, komposisi, proses masak, pengemasan hingga distribusi.
“Pemberian makan sebanyak tiga kali ini juga sangat membantu jamaah karena tak perlu bingung memasak atau belanja karena juga memang tidak mudah mencari makanan bercita rasa Indonesia,” katanya.
Dia juga meminta pimpinan regu, rombongan atau kloter melakukan koordinasi dengan baik dalam pendistribusian makanan ini. Harapannya, makanan terbagi dengan rata dan dikonsumsi sesuai waktunya.
“Kasus-kasus keracunan yang sebelumnya terjadi seringkali akibat jamaah nekat mengonsumsi makanan yang sudah kelewat jam. Ini sudah kita antisipasi dengan penulisan periode memakan ,” ujar Faizin, Senin (13/6/2022).