Alaa wa inna fil jasadi mudzghotan idzaa sholahat sholahal jasadu kulluhu, wa idzaa fasadat fasadal jasadu kulluhu, alaa wahiyal qolbu.
Artinya, ketahuilah bahwa di dalam tubuh (manusia) terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuh. Maka ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati".
“Kita deteksi mulai dari awal. Jangan sampai kita biarkan hati kita yang awalnya suci, bersih itu dikotori oleh penyakit hati,” kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU dikutip iNews.id dari dakwahnu.id.
Kiai Misbah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan kepada kita terkait penyakit hati. Ada tiga penyakit hati, diantaranya adalah, shuhun mutha’ (pelit yang diikuti), Wa hawwan muttaba’ (hawa nafsu yang tidak terkendali), Wa I’jabul mar’I binafsihi (merasa dirinya suci). “Dari tiga penyakit hati ini, jangan sampai menguasi diri kita,” kata Kiai Misbah.
Terkait tiga penyakit hati ini disebutkan di dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin. Pertama, shuhun mutho’ (pelit yang diikuti). Manusia memang mempunyai karakter yang pelit, tetapi pelit yang tercela. Shuhun mutho’ adalah iri hati atau dengki atau bisa disebut SMS (senang melihat orang lain sedih).