JAKARTA, iNews.id - Manfaat puasa Arafah 9 Dzulhijjah dianjurkan untuk diamalkan umat Islam karena puasa sunnah ini berlimpah pahala dan banyak keutamaan. Puasa 9 Dzulhijjah ini merupakan sarana bagi umat Islam di Tanah Air agar ikut merasakan nikmatnya ibadah seperti jemaah haji, walaupun secara hukum fikih, para jemaah yang berada di Arafah justru diharamkan untuk berpuasa.
Tahun ini, puasa Arafah jatuh bertepatan pada hari Selasa (26/5/2026). Dalil dianjurkannya puasa Arafah ini disebutkan dalam sebuah hadits berikut ini.
Dari Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “…puasa hari arafah, saya berharap kepada Allah agar menjadikan puasa ini sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya..” (HR. Muslim).
Dalam riwayat lain disebutkan:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ مِنْ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ
Artinya: Tidak ada hari yang lebih banyak Allah membebaskan dari api neraka dibanding hari Arafah.”
Begitu besarnya pahala dan keutamaan puasa Arafah, sudah semestinya Muslim menjalankan ibadah puasa sunnah tersebut. Nah, bagi yang belum hafal doa niat puasa Arafah berikut ini bacaan lengkapnya.
نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى
Latin: Nawaitu Shouma Arofah Sunnatan Lillahi Ta'aala
Artinya: Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.
Berikut ini manfaat menjalankan puasa Arafah bagi umat Islam sesuai hadits Nabi SAW:
1. Penghapus Dosa
Ustaz Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, keutamaan Puasa Arafah sangat besar bagi yang menjalankannya yakni sebagai penebus dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ اَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهُ، وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ اَحتَسِبُ عَلَى اللّهِ اَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
“ … Dan puasa pada hari Arafah –aku mengharap dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang. Dan puasa pada hari ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) –aku mengharap dari Allah menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu.” (HR Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, dan lain-lain).