11. Maria Al-Qibthiyah
Istri Nabi Muhammad SAW ke-11 adalah Maria Al Qibtiyah. Dia seorang putri Mesir, ia adalah seorang budak yang dihadiahkan kepada Rasulullah SAW, dari raja Rumawi di Mesir, yaitu Muqausin yang merupakan balasan dari surat Nabi yang mengajak masuk Islam.
Akan tetapi tidak mau melepaskan kerajaannya, maka ia membalas surat Nabi dengan memberikan hadiah puteri yang cantik. Sesungguhnya dalam hati Muqauqis ini membenarkan Rasulullah, berdasarkan dengan Hadits:
Artinya: "Hendaklah kamu melakukan wasiatku supaya berbuat baik kepada Qibthy sesungguhnya antara kita dengan mereka ada hubungan perjanjian dan dia ada hubungan kekeluargaan.
Maria Al Qibtiyah wafat pada tahun 16 H, dan dikuburkan di Baqi.
12. Maemunah binti Al-Harist
Istri Nabi Muhammad SAW terakhir yakni ke-12 adalah Maemunah binti Al Harist.
Perkawinan Nabi dengan Maemunah adalah untuk menghormati wanita, dan untuk memelihara serta menyelamatkan sebagai bujukan bagi orang yang ditinggal mati oleh suaminya di medan Jihad.
Perkawinan Nabi itu didasari dengan pertimbangan sosial dan perjuangan. Maemunah adalah seorang janda yang terpikat hatinya untuk masuk Islam tatkala melihat rombongan umat Islam melakukan ibadah haji tahun ke 7 H.
Ketika Rasulullah menjelang akhir hayatnya, Nabi akan pindah ke rumah Maemunah, karena di sanalah sebenarnya Nabi harus berada, maka dengan segala kerelaan hati Maemunah mengizinkan Rasulullah dirawat di rumah isterinya yang disenangi.