Selama menjalani masa tahanan, Fariz disebut lebih banyak menghabiskan waktu dengan aktivitas sederhana. Dia bahkan tak memiliki kesempatan untuk bermusik seperti biasanya.
"Waktu di penjara rupanya dia nggak pernah pegang alat musik, dia cerita. Jadi nggak pernah pegang alat musik, nggak pernah nyanyi, dia kerjanya nonton TV," kata Deolipa Yumara.
Meski begitu, kreativitasnya tidak padam. Di usia 67 tahun, insting bermusik Fariz tetap tajam dan produktif.
Deolipa menyebut berbagai ide lagu justru terus bermunculan di kepala sang musisi. Nada dan lirik berputar dalam pikirannya meski tanpa bantuan alat musik.
"Semua ide-ide lagu itu, ide nada itu ada di kepalanya, berputar-putar di kepalanya," ujar Deolipa.
Soal status kebebasan Fariz, Deolipa menegaskan semua sudah sesuai dengan perhitungan masa hukuman. Dia menilai publik sebenarnya bisa memahami hal itu jika melihat kalender masa tahanan.
"Sebenarnya kalau pakai hitung-hitungan tanggal pun semua orang paham, dia itu sudah bebas. Tanggal 21 kan? Pakai ilmu tanggalan, dia sudah bebas sekarang ini," ujarnya.