JAKARTA, iNews.id - Campursari merupakan musik tradisional asal Pulau Jawa yang gaungnya kembali terdengar lewat kepiawaian mendiang Didi Kempot membawakan genre musik ini. Saking hebatnya, campursari dibawanya menembus seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Pria asal Ngawi, Jawa Timur itu turut mengharumkan nama campursari di kancah musik dunia. Dia kerap pulang pergi manggung di luar negeri seperti Belanda dan Suriname. Berkat kepiawaiannya dalam bermusik, dia dijuluki sebagai Godfather of Broken Heart.
Selama masa pandemi corona ini, Lord Didi begitu sapaan akrabnya, sangat gencar membuat konser amal. Dia tahu betul bagaimana derita rakyat yang terkena dampak langsung dari penyakit tersebut, bahkan dia sempat ingin membuat konser amal lainnya di kampung halaman.
Selain menggalang dana untuk menangani corona, konser ini dimaksudkan agar masyarakat Ngawi yang ada di daerah manapun tidak pulang kampung untuk meminimalisir penyebaran pandemi ini di Tanah Air. Namun, Tuhan telah memanggilnya terlebih dahulu sebelum niat baik ini terlaksana.
Untuk mengenang jasa putra terbaik Ngawi, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengadakan konser amal bertajuk ‘Konser Digital Tombo Kangen In Memoriam Didi Kempot’ yang dilangsungkan di Gedung Eka Kapti, Ngawi pada Senin 25 Mei 2020, pukul 19.30 WIB.