Makna “Cahaya” dalam lagu ini pun tidak diartikan sebagai simbol kesuksesan personal atau pencerahan instan. Cahaya diposisikan sebagai tujuan yang didekati, bukan dimiliki, terinspirasi dari gambaran Cahaya Ilahi dalam Surat An-Nur ayat 35.
Secara musikal dan lirik, “Menuju Cahaya” disusun dengan pendekatan minimalis serta repetitif. Pengulangan liriknya dihadirkan seperti doa yang diucapkan perlahan dan reflektif, menggambarkan bahwa pemurnian diri bukan proses instan, melainkan perjalanan panjang yang terus dijalani.
Namun ada yang berbeda dari lagu religi yang ditulis Marcell kali ini. Dia membalutnya dengan aransemen bernuansa elektronik yang cukup kental, memberi warna modern dalam balutan pesan spiritual.
“Harapannya agar lagu ini bisa menjaring lebih banyak pendengar dari berbagai segmen yang lebih luas dan beragam, dan siapapun mereka bisa memaknai musik dan lirik dari lagu ini tanpa harus menunggu momen- momen tertentu. Pemurnian diri adalah proses yang layak dirayakan oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun," ujarnya.