"Ini full aransemen untuk Java Jazz, tidak akan lagi aransemen seperti ini," tambahnya.
Paul tampaknya tak ingin menyia-nyiakan waktu tampilnya di Java Jazz Festival. Dia langsung tancap gas membawakan Mundur Perlahan. "Oke selanjutnya Mundur Perlahan," tambahnya.
Kejutan lain pun diberikan. Kali ini dia membawakan Penjara, lagu yang menceritakan soal perjuangan cinta dua insan yang sulit bersatu.
"Kita move on ke lagu baru dan masuk ke album juga. Next, lagu ini menceritakan tentang kesenjangan sosial. Intinya kita nggak bisa menyatu, dia tumbuh sebagai kura-kura aku tumbuh sebagai burung, atau pun sebaliknya. Judulnya Penjara," ujarnya.
Momen magis pun kental terasa dari penampilan Paul di lagu ini. Nuansa folk-pop pun memenuhi seisi ruang dalam venue outdoor yang menjadi titik sang penyanyi manggung.