WHO: Jam Kerja Panjang Sebabkan Kematian Tinggi

Leonardus Selwyn
Jam kerja berlebihan bisa menyebabkan kematian. (Foto: bussines standart)

Selain itu Direktur, Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan, di Organisasi Kesehatan Dunia, dr. Maria Neira juga memberikan komentarnya terkait dengan hal tersebut.

“Teleworking telah menjadi norma di banyak industri, sering mengaburkan batas antara rumah dan kantor. Selain itu, banyak bisnis terpaksa mengurangi atau menghentikan operasi untuk menghemat uang, dan orang yang masih dalam daftar gaji akhirnya bekerja dengan jam lebih lama. Tidak ada pekerjaan yang sebanding dengan risiko stroke atau penyakit jantung,” ujar dr. Maria.

“Pemerintah, pemberi kerja, dan pekerja perlu bekerja sama untuk menyetujui batasan untuk melindungi kesehatan pekerja.  Bekerja 55 jam atau lebih per minggu adalah bahaya kesehatan yang serius. Sudah saatnya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan menyadari fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini,” katanya lagi.

Editor : Dyah Ayu Pamela
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Begini Lho, Cara Mengembalikan Mood Bekerja setelah Libur Panjang

57 tahun lalu

Waspada, Dehidrasi saat Berpuasa Bisa Merusak Mood Anda

57 tahun lalu

Bupati Bangka Larang ASN Main Medsos saat Jam Kerja

57 tahun lalu

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2026, Ahli Tegaskan Rokok Sumber Penyakit!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal