Di sisi lain, peran masyarakat dan kader kesehatan turut diperkuat dalam upaya penanggulangan TB. Keterlibatan komunitas dinilai penting karena mereka berada di garis depan dalam mendeteksi serta mendampingi pasien selama masa pengobatan.
Benjamin menekankan tidak ada lagi ruang untuk menunda penanganan TB. Menurutnya, setiap kasus yang berhasil ditemukan dan diobati berarti menyelamatkan nyawa masyarakat.
“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Dukungan global dalam upaya eliminasi TB di Indonesia juga terus diperkuat. Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap jumlah kasus TB secara global.
Dia mengungkapkan Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TB di dunia. Angka tersebut menunjukkan pentingnya upaya percepatan penanganan TB di dalam negeri.