JAKARTA, iNews.id – Di balik tren penyalahgunaan zat di kalangan anak muda, tersimpan ancaman medis yang sangat mengerikan. Ya, penyalahgunaan ketamin bisa mengancam nyawa.
Data terbaru yang diungkap Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI hari ini, Senin (20/4/2026), menunjukkan lonjakan distribusi ketamin yang tidak wajar, mencapai 440.000 penyaluran pada tahun lalu.
Peningkatan hampir empat kali lipat dari tahun 2022 ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal bahaya bagi kesehatan fisik generasi muda Indonesia. Penyalahgunaan ketamin pada tubuh berdampak memicu gagal ginjal.
Berikut ini beberapa dampak buruk kesehatan dari penyalahgunaan ketamin. Simak selengkapnya hanya di artikel ini.
Efek Korosif: Kandung Kemih yang Menciut
Secara medis, ketamin adalah obat anestesi (bius) yang bekerja menghambat reseptor NMDA di otak. Namun, ketika disalahgunakan secara terus-menerus, zat sisa metabolisme ketamin yang dibuang melalui urine bersifat sangat korosif.