Dokter Spesialis Anak RS Premier Bintaro, Prof. Najib Advani mengatakan, ada beberapa kasus gejala PJB muncul langsung setelah bayi baru lahir. Misalnya, bibir, kulit, jari tangan, dan kaki kebiruan, sesak napas atau kesulitan bernapas, kesulitan makan, berat lahir rendah, nyeri dada, serta pertumbuhan yang lambat.
"Selain itu, ada juga gejala yang muncul beberapa tahun setelah lahir, seperti, irama jantung yang tidak normal, pusing, kesulitan bernapas, pingsan maupun kelelahan,” kata dr. Najib, dalam Seminar Awam Dalam Rangka Congenital Heart Defect Awareness Week yang diadakan RS Premier Bintaro (RSPB), beberapa waktu lalu.
Penanganan Bayi dengan PJB
Sementara, Dokter Jantung, Febtusia Puspitasari menjelaskan, penyakit jantung bawaan bisa terjadi karena gangguan pada saat proses pembentukan dan juga perkembangan jantung pada saat janin masih ada di dalam kandungan.
Terapi yang dapat dilakukan pada kasus jantung bawaan tergantung dari kondisi pasien dan kasus yang diderita. Untuk tindakan non-bedah yang dapat dilakukan yaitu pemasangan coil atau alat seperti payung/jamur, tindakan balloon valvuloplasty, dan atau balloon atrial septostomy (BAS).
"Sedangkan untuk terapi bedahnya antara lain, operasi paliatif pulmonary artery banding, operasi ligasi (pengikatan) PDA, operasi paliatif blalock-tausig shunt (BTS), operasi arterial switch dan penutupan VSD, serta bi-ventricular repair (koreksi total) ataupun single ventricular repair (Fontan),” ujarnya.