Tak hanya di dalam negeri, peningkatan kasus campak juga dilaporkan di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Kondisi ini meningkatkan risiko penularan lintas negara.
Indonesia juga menerima notifikasi International Health Regulations (IHR) terkait kasus campak pada warga negara asing asal Australia yang sempat melakukan perjalanan dan tinggal sementara di Indonesia. Seluruh kasus tersebut telah dinyatakan sembuh dan koordinasi lintas negara terus dilakukan.
Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropik Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, dr Mulya Rahma Karyanti, menyampaikan dinamika kasus campak sangat berkaitan dengan ketimpangan cakupan imunisasi di daerah.
“Secara nasional capaian imunisasi campak-rubella sudah melampaui target, namun kasus masih terjadi di provinsi, kabupaten, bahkan desa tertentu yang memiliki cakupan imunisasi rendah. Di wilayah-wilayah inilah risiko KLB campak menjadi lebih tinggi,” ujar dr Mulya.
Kemenkes menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan nasional melalui penguatan surveilans, respons cepat terhadap KLB, serta kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mampu mencegah meluasnya penularan campak di berbagai wilayah Indonesia.