Selain itu, Budi juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang dahak sembarangan demi mencegah penularan penyakit TBC kepada orang lain.
“Kalau batuknya sudah seperti ini atau seperti ini segera datang ke Puskesmas. Satu lagi yang paling penting, buang dahaknya jangan sembarangan di pinggir jalan tapi selalu di tempat sampah. Ingat ya, kuman TB hanya mati karena sinar matahari langsung,” ucap dia.
Sebelumnya, Budi juga memaparkan lima gejala TBC yang perlu diwaspadai masyarakat. Gejala tersebut antara lain batuk produktif lebih dari dua minggu, berat badan turun tanpa diet, sering berkeringat pada malam hari meski berada di ruangan dingin, tubuh terasa lemas, serta nafsu makan menurun.
“Sekarang gimana cara nontonnya? Kenali lima tandanya. Satu, batuknya produktif atau terus-menerus lebih dari dua minggu, dua berat badan kita turun tapi nggak diet, (tiga) padahal kita pakai AC pun malam-malam keringetan. Empat, badannya lemas terus, kelima nafsu makannya hilang,” jelas Budi.
Dia kembali mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas apabila mengalami gejala-gejala tersebut selama dua minggu atau lebih. Menurut dia, TBC bukan penyakit kutukan dan dapat disembuhkan selama pengobatan dijalani sampai tuntas.
“Kalau kamu atau keluarga kamu mengalami hal-hal seperti ini selama dua minggu atau lebih, jangan tunggu, langsung ke Puskesmas sudah ada cek kesehatan gratis. TB itu bukan kutukan, ini hanya infeksi bakteri saja dan bakteri itu bisa diobati oleh obat-obat ini. Asal diminum sampai tuntas sampai habis,” kata Menkes.