2. Terbentuknya jaringan parut pada pita suara
Operasi dapat memicu terbentuknya jaringan parut (vocal fold scarring) yang mengurangi elastisitas pita suara. Kondisi ini dapat menyebabkan kualitas suara menurun, suara terdengar kaku, hingga kesulitan mencapai nada tertentu.
3. Suara cepat lelah
Sebagian pasien mengalami vocal fatigue atau suara yang mudah lelah saat berbicara dalam waktu lama. Keluhan ini umumnya membaik seiring proses penyembuhan, tetapi pada beberapa orang dapat berlangsung lebih lama.
4. Perdarahan
Perdarahan merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi selama maupun setelah operasi. Meski jarang, kondisi ini harus segera ditangani karena berpotensi mengganggu saluran napas.
5. Infeksi
Risiko infeksi tetap ada setelah operasi. Gejalanya dapat berupa demam, nyeri yang semakin berat, pembengkakan pada area tenggorokan, hingga proses penyembuhan yang lebih lambat.
6. Cedera saraf pita suara
Pada kasus tertentu, operasi dapat menyebabkan cedera pada saraf yang mengendalikan pergerakan pita suara. Dampaknya meliputi suara serak berkepanjangan, gangguan menelan, hingga kelumpuhan pita suara yang dapat memengaruhi pernapasan.